Info · Kesehatan

Diare = Diarhea = Gastroenteritis pada Balita dan Anak

Saya, seorang mami dari 2 anak yang sangat peduli sama kesehatan kedua anaknya. Hal ini saya mulai ketika anak saya yang pertama berusia 12 bulan, ya pada saat itu kali pertama punya anak, kalo anak sakit ya flu ya demam, kalo anaknya gag dibawa ke dokter atau minum obat atau demam sedikit panik, hari itu juga bakalan deh booking dokter anak langganan yang available.

Suatu hari, saya berkunjung lah ke TPA (Tempat Penitipan Anak) yang ada lantai bawah kantor, lalu dengan tidak sengaja saya menemukan brosur PESAT (Pekan Edukasi Kesehatan Anak), di brosur tersebut tertera “Bagaimana bijak memberikan obat dan antibiotik pada anak” dan juga ada materi tentang demam, kejang demam, diare, tbc dll. Entah kenapa saya penasaran, lalu saya coba kontak PIC di brosur itu dan daftar untuk program 2hari seminar PESAT, kalo gag salah sih dulu masih 180rb/orang. Singkat cerita sampailah hari seminar itu, seminar ini disupport sama WHO dan dr. Purnamawati, SpA,,, ketika seminar berlangsung dr.Purnamawati selalu menekankan bahaya antibiotik pada anak, bahayanya klo obat itu digerus2 dan diubah dari bentuk aslinya, juga video nya beliau tunjukkan. Beliau juga mengutarakan bahwa Demam adalah Mekanisme Tubuh untuk melawan Virus, Flu pada anak adalah wajar, penyakit yang disebabkan oleh virus umumnya akan hilang sendirinya setelah 7 hari dan diobati tanpa obat (apalagi antibiotik). Diagnosa yang sering dikatakan dokter jaman sekarang “Radang Tenggorokan” itu salah kaprah, itu diagnosa umum yang mudah dan gampang. Lalu ada lagi yang bikin tambah parah “Orang Indonesia kalo ke dokter pulangnya gag bawa obat gag afdol dan malah protes”. Intinya kepala saya makin bingung dengan fakta yang berlawanan dengan kondisi yang saya lihat. Akhirnya saya angkat tangan bertanya pada dr.Purnamawati bagaimana bisa anak sakit dan gag perlu obat! Hebatnya nih, si dokter seperti bisa membaca saya orangnya seperti apa (ya saya tipikal yang penasaran gag langsung percaya dan harus dikasih sentilan untuk percaya) dan dokter Purnamawati melakukan itu pada saya, sampai akhirnya saya 100% yakin atas semua yang beliau sampaikan dan berniat menerapkan pola sehat tersebut pada anak saya. (Edisi detail per masalah kesehatan nantikan posting2 saya berikutnya)

Dua hari seminar PESAT saya ikuti dengan semangat bahkan mungkin ilmunya nempel banget saking kena sentil dan kena banget salahnya selama 1taun itu. Pulang dengan senang hati sampai terjadilah esok hari. JRENG! Keya diare dan muntah-muntah (penyebabnya jus blueberry yang dia minum direstoran kalo saya ingat-ingat kala itu). Hari pertama dia muntah sampe 8x. Mami lemes? Iya! Panik? huuh! Tapi inget niat pas seminar dan mungkin ini ujiannya. Hari ke-2 muntahnya 5x dan BAB nya 5x juga, hari ke-3 sudah tidak muntah tapi BAB nya masih 5x, sampai hari ke-4 sudah mulai normal walaupun masih kembung dan hari ke-6 totally sehat. Ya saya berhasil tanpa obat, hanya perlu Pedialit!

Kalo anak muntah dan diare berarti dia kena gastroenteritis. Penyebab utamanya pada umumnya VIRUS, hanya kasus tertentu saja disebabkan oleh bakteri. VIRUS TIDAK MEMBUTUHKAN ANTIBIOTIK dan akan sembuh dengan sendirinya dan bisa sampai 7 hari. Hal yang perlu diperhatikan dari GASTROENTERITIS adalah CAIRAN.

  1. Anak dikatakan diare, jika frekuensi BAB nya lebih dari 5x dan teksturnya cair.
  2. Pastikan anak tidak dehidrasi, beri cairan yang cukup (oralit atau untuk anak2 pedialit yang ada rasa bubblegum), airputih, jika baby <2tahun please kasih ASI yang banyak.
  3. Makanan : berikan dengan rumus BRATY -Banana Rice Apple Toast Yoghurt. Makanan tersebut makanan yang aman untuk penderita diare. Mungkin ada yang berpikiran “gila ya diare dikasih yoghurt, asem kaliii”,,, iya asem! bener! tapi dia punya bakteri baik yang berfungsi memperbaiki flora usus.
  4. Kalo terpaksa banget ya boleh dikasih Lacto B, fungsinya ya mitip yoghurt untuk memperbaiki flora usus. Ini ada diapotek lebih baik konsul dulu aja.

Please pastikan asupan CAIRAN ya, tanda-tanda dehidrasi :

  1. Ubun-ubun cekung
  2. Mata sayu dan layu
  3. Anak tidak bergairah, lemas, lesu, tidak mau makan dan minum

jika sudah ada tanda-tanda di atas yang menandakan darurat, langsung bawa anak ke dokter atau UGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama yaitu INFUS cairan, dan perlu diperhatikan hanya INFUS bukan obat apalagi antibiotik atau bawa anak ke dokter jika diare anak berlangsung sangat lama atau berdarah, sehingga perlu dilakukan test tinja untuk menegakkan diagnosa.

Untuk diare akut akibat rotavirus, saat ini sudah ada vaksin rotavirus yang diberikan untuk bayi dan anak.

Jika anak demam pada saat diare, pastikan cairan dan jika demam melebihi 38,5 derajat berikan paracetamol sesuai dosis berat badannya ya…

For reference http://milissehat.web.id/?p=1742 dan http://www.mayoclinic.com (keyword : gastroenteritis)

The MOST important is DONT PANIC! kalo panik apapun akan hilang dari logika, disini kita bukan belajar tega pada anak tetapi meneguhkan hati agar masa depan kesehatan anak kita lebih baik.

Nantikan posting berikutnya tentang kesehatan anak ya…
nb : saya bukan dokter, tapi hanya seorang mami berlatar belakang sekolah teknik ^_^, tapi untuk tatalaksana ini saya ingin sharing untuk semua mami agar semua anak Indonesia sehat🙂

-weet@’s –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s