Buku

Laskar Pelangi “The Phenomenon”

Setelah menghatamkan keempat buku milik Andrea Hirata, saya melihat ada satu buku Laskar Pelangi “The Phenomenon” di toko buku, namun pengarangnya bukan Andrea Hirata sendiri. Untuk melengkapi koleksi dan penasaran juga dengan isinya saya beli buku tsb.

Setelah saya baca, isinya adalah mengenai buku “Laskar Pelangi” yang mampu menyihir dan membangkitkan semangat orang-orang di Indonesia, seperti kutipan dalam buku tsb.  yang singkatnya “Indonesia membutuhkan semacam panutan disela keadaan bangsa yang terpuruk”.

Dalam buku ini juga diceritakan alasan mengapa Andrea Hirata menulis Laskar Pelangi. Diceritakan bahwa memang sejak dulu Andrea berniat membuat buku untuk menceritakan perjuangan Bu Muslimah sebagai seorang guru yang tulus, namun buku itu tidak ingin dipublikasikan hanya sebagai hadiah u/ Bu Muslimah. Ketika disetujui oleh Telkom u/ menjadi relawan pasca Tsunami di Aceh dan berdiri di depan rumah Cut Nyak Dien, Andrea teringat akan Bu Muslimah, dan setelah selesai men jadi relawan pergilah iya ke kampung halaman bertemu Bu Muslimah dan menyampaikan akan membuatkan buku mengenai perjuangan Bu Muslimah. Buku pun ditulis tak sampai 1 bulan, hanya dalam 2minggu dan karena ada teman yang tertarik akan tulisan tsb. dikirimkanlah buku tersebut ke penerbit Bentang, di mana sebelumnya draft  itu hampir masuk ke tong sampah.

Setelah terbit, ternyata buku ini menjadi best seller dan mampu membuat karya sastra di hargai, sampai-sampai muncul beberapa cerita di bawah ini :

*Seorang guru honorer benar-benar melek untuk mengajar secara total tanpa memikirkan kembali kapan ia diangkat menjadi PNS resmi,  walau dengan gaji 200rb iya mengajar dengan tulus sampai2 iya rela menjual kebaya lebaran demi membeli 1 buah buku Laskar Pelangi

*Seorang laki-laki yang dimintai pacarnya tanda tangan Andrea Hirata pada buku Edensor sebagai mahar

*Seorang wanita muda yang langsung bepesiar seorang diri dari kalimantan ke Belitong demi berjumpa dengan Bu Muslimah u/ bahan skripsinya

*Pemda Sumbawa rela membayar 50juta untuk mengundang Andrea Hirata

*Tarif bicara Andrea Hirata yang saat ini mencapai 50juta bersih u/ waktu 90menit saja, dan royalti 2milyar dari bukunya. Namun sudah diniatkannya uang yang dihasilkan untuk membantu anak2 cerdas belitong yang tidak punya biaya

*Sistem pendidikan Inklusi yang dijalankan, dimana sudah dilakukan Bu Mus sejak lama dengan tidak membedakan sekolah anak normal dengan anak yang memiliki keterbelakangan

Saya kira banyak yang bisa dipetik dengan membaca buku ini, dimana semangat akan pendidikan yang tulus dari seorang guru, membantu sesama, meningkatkan gairah sastra Indonesia perlu dilanjutkan

-weet@’09-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s