Kuliner

Kuliner di TV, tak semuanya “enak”

Penasaran dengan topik yang saya tulis di atas? ya, mungkin sebagian besar dari pembaca penasaran dengan maksud saya menuliskan judul seperti itu. Judul itu saya ambil dari pengalaman saya berpertualang kuliner🙂.

Ceritanya begini, entah kapan saya pernah melihat kuliner di tv, tapi saya lupa acara tepatnya apakah itu “Wisata Kuliner” yang dibawakan oleh Mr. Bondan “maknyuss” atau yang lain, yang saya ingat hanyalah “Pizza Zull” yang terletak di kawasan taman PSKD Jakarta Selatan. Saya cukup tertarik melihat liputan kuliner itu, karena menurut cerita di tv sang penjaja makanan tadinya bekerja sebagai koki di hotel terkenal di Jakarta dan akhirnya membuat warung tenda untuk berwirausaha. Peralatan di dalam tenda itupun cukup lengkap, sang penjaja makanan menaruh oven gas di tendanya, dan akan memasak langsung pizza serta aneka makanan italia lainnya (spaghetti, lasagna, fettucini) ketika dipesan oleh pembeli. Harga yang ditawarkan pun jauh dari mahal (patokan harga makanan italia yang dijajakan like pizza hut red.)… Kesimpulannya saya tertarik !!!

Alhasil, setiap berkunjung ke Jakarta, saya selalu ingin mencari di mana kuliner tsb. Setiap melewati Jl. Wijaya mata saya selalu berputar mencari tenda “Pizza Zull” tersebut saking penasarannya. Setelah beberapa waktu, akhirnya suami saya bilang “Taman PSKD ada di deket jalan Panglima Polim, kalo masih penasaran sama Pizza Zull nya ayo kita cari”. Akhirnya berangkatlah kami, dan akhirnya warung itu kami TEMUKAN. Tapi, begitu lihat tendanya berbagai pertanyaan terlontar “Loh koq kecil???loh koq sepi???beneran ini yang masuk ntuh kuliner???”… Daripada penasaran, ya sudah akhirnya saya turun dan memesan 1 buah pizza (6 slice sedang) dan 1 buah lasagna dibungkus, dan saya hanya perlu membayar 30ribu rupiah (mahal gak tuh termasuk???)

Sambil jalan, saya cicipi lah makanan itu dan menurut saya yang notabene “tukang makan dan tukang jajan” rasanya BIASA bangettss…

Dari situ saya ambil kesimpulan, ternyata gak semua yang dijajakan di kuliner tv itu enak… Saya pun sering melewati Kedai Ma’Pinah di jalan Tendean, saya ingat betul bahwa rumah makan itu masuk Wisata Kuliner. Namun, setiap kali saya lewat rumah makan itu cenderung sepi

Jadi, kalo nonton acara kuliner sebaiknya perhatikan :
1. Apakah tempat rumah makannya ramai atau tidak
2.Apakah si pembawa acara mengatakan “enak banget” atau “maknyuss”, kalo gak jangan terlalu dipikirkan deh untuk dicoba )

-weet@-

2 thoughts on “Kuliner di TV, tak semuanya “enak”

  1. tp yg tempatnya rame jg blm tentu enak ta.
    inget tragedi seafood di daerah dago??
    yang murah dan rasanya jg aneh bin ajaib??
    wew…

  2. jeng kapan ke Jakarta?
    boleh makan bebeq nggak klo lagi milha??

    ntar kulner deeeh..

    i know sum place to go for eat time!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s