Travelling

Umroh

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. atas segala karunia dan rejeki yang diturunkannya kepada kami sampai saat ini, sehingga kami diperkenankan untuk mengunjungi rumah-Nya dalam bulan ramadhan kali ini.
Berdasarkan hadis “umroh dalam bulan ramadhan pahalanya seperti menunaikan ibadah haji” subhanallah.

Perjalanan umroh yang memakan waktu sekitar 9hari (untuk visa umroh, kunjungan Jeddah-Madinah-Mekkah) atau bisa sampai hampir 12-14 hari jika menggunakan visa ziarah (untuk kunjungan plus egypt or turkey or another place on saudi arabia). Perjalanan menuju Jeddah (King Abdul Azis airport.) dari Jakarta (Soekarno-Hatta airport.) memakan waktu sekitar 8-9jam direct (tanpa transit) dengan kondisi waktu Jeddah 4 jam lebih lambat dari Jakarta, dengan kata lain berpuasa dari jakarta dan berbuka di jeddah menambah waktu puasa kita +4jam menjadi +/- 17jam.

Cuaca di bulan September cukup panas, di siang hari mencapai 38-42 derajat Celcius . Perjalanan kami dimulai dari Jeddah-Madinah-Makkah-Jeddah, sebenarnya lebih dekat jarak menuju Makkah karena jika dari Jeddah hanya sekitar 1jam.Namun, perjalanan kami dimulai untuk berziarah dulu ke kota Madinah. Jeddah-Madinah memakan waktu sekitar 5jam (about 400km) dengan menggunakan bis, ada juga penerbangan Jeddah-Madinah. Madinah lebih tertata rapi, karena struktur tanahnya lebih rata, hotel-hotel berdiri tinggi menjulang disekitar Masjid Nabawi.
Masjid Nabawi, masjid yang dibangun Rasulullah saw. dimana didalamnya terdapat makam Rasulullah saw. dan taman Raudah (taman antara rumah (skrg makam) rasulullah saw. dengan mimbar masjid Nabawi) merupakan tempat berdoa yang mustajab. Namun raudah ini untuk para laki-laki tidak berbatas waktu, namun untuk para wanita, kunjungan dibatasi dari pukul 07.00-11.00 am waktu madinah dan BERdempetAN.
Masjid Nabawi pada bulan biasa ditutup setelah isya dan dibuka kembali menjelang subuh. Di bulan ramadhan masjid ini dibuka 24hours, subhanallah ramainya… 15menit saja menjelang sholat baru sampai, masih dapat tempat solat yang cukup sudah alhamdulillah. Toko-toko akan tutup menjelang jam solat dan dibuka kembali setelah solat selesai.
Moment berbuka lebih istimewa untuk laki-laki, karena menu berbuka lebih tertata rapi untuk laki-laki lengkap dengan kurma dan roti (termasuk di pelataran masjid). Menu berbuka disediakan oleh para orang kaya di sana. Sedangkan di tempat wanita, tidak ditata namun dibagikan sehingga ada yang kebagian dan ada yang tidak. Namun, ajaran rasulullah memang benar adanya, hanya dengan air zamzam dan kurma perut sudah kenyang. (air zamzam tersedia digentong2 yang ada di dalam masjid)

Ziarah di Madinah dilakukan ke Masjid Quba (pahala solat di masjid Quba sama dengan … *lupa* hehhehe, dianjurkan solat sunah 2 rakaat di masjid ini. Kemudian dilakukan ke Jabal Uhud (bukit tempat para syuhada banyak berguguran dalam perang uhud), jika diperhatikan bukit ini akan menyerupai bentuk wajah manusia. Perjalanan dilanjutkan melewati Mesjid Qiblatain (mesjid dengan 2 qiblat, 1 menghadap masjidil aqso satu menghadap masjidil haram), kemudian menuju kebun kurma (kebun kurma berbeda dengan pasar kurma) di kebun kurma seperti pembelian kurma di pabrik begitulah; dianjurkan membeli kurma dan kacang2an di madinah karena harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan di Mekkah.
*sayang ga sempet ke pabrik AL-QUR’AN, mudah2an diberi kesempatan untuk berkunjung lagi ke sana, amin🙂 *

Setelah berada di Madinah 3hari 2 malam, perjalanan pun dilanjutkan menuju Mekkah. Perjalanan Medinah-Mekkah memakan waktu 5 jam melewati gurun pasir yang amat gersang. Perjalanan dimulai pukul 11.00 karena jika sampai di Mekkah menjelang magrib, selama bulan ramadhan mekkah ditutup dari menjelang magrib hingga taraweh selesai.
Niat Umroh dan solat sunah dilaksanakan ketika mengambil Miqat di Bir Ali, dimana seluruh rombongan sudah bersiap dengan pakaian umrohnya masing-masing dan berniat umroh serta melafalkan “Labaikallahuma labaik, Inal Hamda wal ni’mata laka wal mulk la syarikalak”… Alhamdulillah kata itupun terucap tak hanya terdengar seperti di televisi ketika melihat liputan haji… Allahu Akbar.

Jika mendapat kesempatan istirahat, maka istirahatlah karena menurut yang pernah melaksanakan umroh dibulan selain ramadhan mengatakan bahwa umroh dibulan ramadhan memang lebih berat secara fisik dibandingkan dengan umroh dibulan selain ramadhan. Namun, insya allah dengan NIAT semuanya bisa terlaksana dengan baik.
Hari pertama tiba di mekkah pukul 17.00, tadinya rombongan akan langsung melaksanakan thawaf, tetapi berhubung mepet dengan waktu berbuka akhirnya thawaf dilakukan setelah berbuka.
Adapun rangkaian umroh :
1. Thawaf–mengitari ka’bah 7 putaran berlawanan arah jarum jam dimulai dari tanda lampu hijau yang sejajar dengan hajar aswad. Jika memang sempat bisa membaca bacaan yang ada dibuku, namun jika penuh dan tidak hapal antara Hajar Aswad-Rukun Yamani bisa membaca “subhanallah wabihamdihi subhanallahil adzim” atau “subhanallah walhamdulillah wallailahaillalahu wallahu akbar lahaula walakuata illabilahiladzim”, atau bisa juga membaca doa apa saja menggunakan bahasa yang dipahami. Kemudian antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca doa sapu jagad.
2. Sa’i, berjalan 7 putaran antara bukit shafa dan marwa. Satu perjalanan Shafa-Marwa jaraknya sekitar 700m, dan untuk para laki-laki berlari-lari kecil di antara dua pilar hijau. Cukup melelahkan, jika dalam keadaan tidak berpuasa bisa mampir untuk mengambil air zamzam yang ada di sebelah kanan perjalanan Marwa-Shafa.
1Shafa-Marwa dihitung 1putaran, sehingga akan mulai di Shafa dan berakhir di Marwa
3. Tahalul, memotong sedikit rambut. Setelah melewati tahap tahalul, maka semua larangan ketika berumroh tidak berlaku lagi.

note : kisah the blackstone alias hajar aswad… subhanallah begitu berjubel orang ingin mencium batu ini. Untuk menggapainya perlahan ketika thawaf mencari jalan kosong untuk mendekat ke ka’bah. Intinya adalah niat, karena dengan niat hal yang tak mungkin pun bisa jadi mungkin, dengan suasana berdesakan orang2 bersemangat menciumnya. Namun, sedikit kekecewaan menghampiri karena ada masyarakat indonesia yang menjadi CALO dengan tarif tertentu untuk mencium batu ini, ke tanah haram pun percaloan dilaksanakan.
Berdoalah di multazam (antara hajar aswad dan pintu ka’bah), merupakan tempat yang sangat mustajab.
Hijr Ismail ; ditandai dengan adanya 1/2 lingkaran dengan 3 pilar, lakukan solat sunat 2 rakaat dan berdoalah, dengan ijin allah tempat ini termasuk tempat mustajab.
Maqam Ibrahim ; jejak kaki nabi ibrahim. Setelah melakukan thawaf, solat sunat 2 rakaat di maqam ibrahim

Suasana beribadah benar-benar terasa, mesjid dengan sebegitu besarnya terisi dua lantai full di bulan ramadhan, bisa terbayang bagaimana ramainya ketika ibadah haji.
Susana berbuka hampir sama dengan di masjid nabawi, namun sedikit lebih teratur di masjid nabawi.
Subhanallah, orang yang menyebut nama Allah dan selalu sholat dalam waktu yang sangat tepat begitu banyak. Allahu akbar, bahkan untuk melaksanakan umroh, saudara2 muslim kita dari iran, turki, kuwait dll rela datang di waktu sore dan pulang di waktu subuh dengan menggunakan bus.

Ziarah di mekkah pun dilakukan dengan mengunjungi :
1. Jabal tsur; gua tempat rasulullah ditemani sahabat beliau Abu Bakar as Sidiq bersembunyi dari kejaran kaum quraisy, dengan kuasa Allah mereka dilindungi oleh Sarang Laba-Laba dan burung merpati. Guanya dipuncak bukit yang subhanallah amat sangat tinggi. Di bawah jabal tsur ditulis “Rasulullah tidak pernah mengajarkan untuk menaiki bukit Jabal Tsur” , hal ini bukanlah sunah rasulullah untuk para peziarah melakukan hal yang sama dengan beliau.
ps : sempet ketemu dan poto bareng ama UJE “ustad Jefri” di sini xixixi😀
2. Jabal nur (gua hira) ; tempat rasulullah mendapatkan wahyu
3. Mesjid Jin ;
4. Padang Arafah ; tempat wukuf para jamaah haji, tapi sudah banyak tanaman
*foto-foto sama naek unta, klo naek unta 5real tp kalo untanya dipoto tambah 10real lagi” xixixi
5. Jabal Rahmah ; masih dalam padang arafah, merupakan tempat bertemunya nabi adam dan siti hawa setelah lama sekali tidak bertemu. Bisa dilihat tugu tanda pertemuan mereka
6. Mudzalifah ; tempat mabit(bermalam) jamaah haji sebelum menuju mina; batasnya dengan mina hanya sedikit sekali
7. Mina ; tempat melempar jumroh. Sedang dibangun design baru tempat melempar jumroh menjadi 3 tingkat untuk menghindari terjadinya kejadian tahun kemarin yang sempat memakan korban cukup banyak ketika melempar jumroh. Terowongan mina pun sudah ada 2 terowongan.

Untuk megambil miqat umroh bisa pergi ke Tan’im.

Setelah berziarah, ada yang ingin berbelanja tentunya. Bisa mengunjungi pasar seng, dont worry tidak bisa bahasa arab karena rata-rata dr mereka paham bahasa melayu, hati-hati copet juga banyak disini.
Atau jika ingin berbelanja lebih nyaman bisa mengunjungi basement Hilton Hotel yang persis ada di depan masjidil haram (dekat gate King Fath– gate 79)

1day before take off to indonesia :
Menuju Jeddah dengan jarak tempuh 1 jam dari kota Mekkah. Kemudian berkunjung untuk melihat Mesjid Terapung (bukan berarti terapung, tetapi akan terlihat terapung jika laut pasang) sekalian melihat laut merah. Laut Merah ya warnanya tetap biru, ga sempet liat ganggang merahnya😀

Jeddah kota pelabuhan yang sangat maju, isinya mobil2 mewah, mall besar juga ada disini. Hotel terbaik kami ketika berada di Jeddah (thanks to Ramada Hotel) sajian buka dan saurnya amat beragam🙂.
Shopping bisa dilakukan di Balad shopping center, toko2 dibalad pun tutup ketika waktu sholat. Ada toko namanya Toko Noor Murah toko ini dijabani oleh para pramugari Garuda Indonesia untuk berbisnis. Pemiliknya adalah orang Bangladesh dan beristrikan mantan pramugari Garuda Indonesia. Beli karpet bisa dikirim langsung ke Indonesia dan pemiliknya sendiri bersedia antar jemput ke hotel.
Di balad aneka barang tersedia, tapi hati2 tetep aja ada barang-barang fake kemudian kalo bisa tau harga karena bisa jadi harganya malah jadi lebih mahal.

Mungkin catatan singkat ini, bisa bermanfaat bagi semua. Amien… berharap suatu hari nanti dalam jangka waktu yang tidak lama bisa kembali mengunjungi Rumah Allah… Amien ya Rabbal alamin😀

One thought on “Umroh

  1. Bulan Madu ke-2 yah..heuheue
    Pengeen deh kesana..doain yah semoga bisa mengunjungi rumah Allah.. Amiiin..
    *Makasih oleh2nya :)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s